SLAGORDE PERMESTA
(Susunan Organisasi Pasukan Permesta)
Sebelum Permesta:
Komando Tentara Territorium VII/Wirabuana
* Komando Tentara & Territorium VII (TT-VII) Wirabuana - Indonesia Timur (s/d 8 Juni 1957)
Panglima TT-VII/Wirabuana : Letkol Herman Nicolas Ventje SUMUAL (s/d 25 Agt 1957)
Kepala Staf TT-VII : Letkol K.R.M. Haris Jonosewodjo Handayaningrat (dari Divisi Brawijaya)
Asisten I (Intelejen) : Kapten Bing LATUMAHINA
Asisten II (Operasi) :
Asisten III (Personalia) : Mayor Lendy R. TUMBELAKA
Asisten IV (Logistik) : Mayor Jan Wellem (Dee) GERUNGAN
Asisten V (Urusan Civic & Territorial) : Mayor Malady Jusuf (dari Divisi Diponegoro)
Resimen Infanteri Hasanuddin (RI-Hasanuddin) di Maros/Malino
Panglima : Mayor Andi Muhammad JUSUF Amir (M. Jusuf)
Resimen Infanteri 23 (RI-23) di Pare-pare, Sulawesi Selatan
Panglima RI-23 : Mayor Andi RIFAI
Resimen Infanteri 24 (RI-24) di Manado, Sulawesi Utara
Panglima RI-24 : Mayor Daniel Julius (Yus) SOMBA
Bn.714, Dan Yon : Mayor Dolf RUNTURAMBI
Resimen Infanteri 25 (RI-25) di Ambon, Maluku
Panglima RI-25 : Letkol Herman PIETERS
Resimen Infanteri 26 (RI-26) di Denpasar - Bali, Nusa Tenggara
Panglima RI-26 : Letkol R. MINGGU
Kepala Staf RI-26 : Mayor Joost A. WUISAN
Komando Militer Kota Besar (KMKB) Makassar
Komandan KMKB : Letkol Andi MATTALATTA
Kepala Staf KMKB : Mayor SJAMSUDDIN
Bn.702, Dan Yon : Kapten John OTTAY
Komando Pengamanan Sulawesi Selatan & Tenggara (KoDPSST) di Maros, Sulawesi Selatan
Panglima : Letkol (Kolonel) R. SUDIRMAN (dari Divisi Brawijaya)
Wakil Komandan : Letkol Andi MATTALATTA
Kepala Staf : Letkol Muhammad Saleh LAHEDE
Asisten I (Intelegen) : Kapten Komar (dari Divisi Siliwangi)
Asisten II (Operasi) : Kapten Tondomulo
Asisten III (Personalia) : Kapten Sudjono (dari Divisi Brawijaya)
Asisten IV (Logistik) : Kapten Abdul Azis Bustam (stafko TT-VII/Wirabuana)
Asisten V (Urusan Civic & Teritorial) : Mayor Abdul Manan (dari Divisi Brawijaya)
Komando Operasi/Taktik, yang menguasai satuan-satuan sbb:
RI-23 di Pare-pare, Komandan : Mayor Andi RIFAI
Batalyon (Bn) 703 (Divisi Brawijaya),
Bn.705 (Divisi Brawijaya),
Bn.709 (Divisi Diponegoro),
Bn.711 (Divisi Brawijaya)
RI-Hasanuddin di Maros/Malino, Komandan : Mayor Andi Muhammad JUSUF Amir (M. Jusuf)
Bn.704, Bn.708, Bn.710, Bn.715, Bn.716, Bn.717, Bn.718
Dipinjam dari TT-V/Brawijaya (=2 resimen):
Bn.509, Bn.510, Bn.511, Bn.513, Bn.514, Bn.515, Bn.156, Bn.527, Bn.528
NB: KoDPSST dibentuk terpisah dari TT-VII utk menumpas gerombolan DI/TII Qahar Mudzakkhar
Saat awal Permesta:
Pemerintahan Militer PERMESTA 1957
* Staf Pemerintahan Darurat Militer PERMESTA (2 Maret 1957 sampai medio 1957)
(setelah Proklamasi Permesta dan berlakunya Keadaan Darurat Militer/SOB)
Kepala Pemerintahan Militer : Letkol Herman Nicolas Ventje SUMUAL
Staf Pertama: Staf TT-VII/Wirabuana (yang sudah ada sebelumnya)
Kepala Staf TT-VII : Letkol M. Saleh LAHEDE (?)
Asisten I (Intelejen) : Kapten Bing LATUMAHINA
Asisten II (Operasi) :
Asisten III (Personalia) : Mayor Lendy R. TUMBELAKA
Asisten IV (Logistik) : Mayor Jan Wellem (Dee) GERUNGAN
Asisten V (Urusan Civic & Territorial) : Mayor Malady Jusuf (dari Divisi Diponegoro)
Komando Daerah Militer Sulawesi Selatan - Tenggara (KDM-SST) (1 April - 26 Mei '57)
Gubernur Militer : Letkol (tituler) Andi Pangerang (Gubernur Sulawesi)
Kepala Staf : Letkol Andi Mattalatta
Komando Daerah Militer Sulawesi Utara (KDM-SUT) (28 Sept '57)
Gubernur Militer : Letkol Daniel Julius (Yus) SOMBA
Kepala Staf : Mayor Dolf RUNTURAMBI
Komando Daerah Militer Maluku - Irian Barat (KDM-MIB)
Gubernur Militer : Letkol Herman PIETERS
Komando Daerah Militer Sunda Kecil/Nusa Tenggara
Gubernur Militer : Letkol R. MINGGU (5 Mei '57)Staf Kedua: Staf Pemerintahan Militer
Kepala Staf Pemerintahan : Letkol Muhammad Saleh LAHEDE
Wakil Kepala Staf : Mayor Eddy GAGOLA
Sekretariat dipimpin : Kapten W.G.J. KALIGIS (Sekretaris)
Tim Asistensi Staf Pemerintahan Militer, dibentuk untuk tugas sehari² dalam Staf Pemerintahan,
1. Seksi Politik, Tata Negara, Hukum & Tata Tertib, dikepalai : Letkol M.Saleh LAHEDE
2. Seksi Moneter, dikepalai : Kapten Arie W. SUPIT
3. Seksi Ekonomi & Pembangunan, dikepalai : Baharuddin RACHMAN
4. Seksi Makanan Rakyat, Bahan² Vital, & Pertanian, dikepalai : Sampara Daeng LILI
5. Seksi Pendidikan, Kebudayaan, Kesehatan & Perburuhan, dikepalai: Letkol Oscar E. ENGELEN
6. Seksi Perhubungan, Pekerjaan Umum, Tenaga, & Irigasi, dikepalai: Kapten J.H.TAMBOTO
7. Seksi Penerangan & Informasi, dikepalai : Kapten Bing LATUMAHINA
8. Seksi Koordinasi Keamanan, dikepalai : Mayor J.W. Dee GERUNGAN
9. Seksi Agama, dikepalai : Kapten Anwar BEY
10.Seksi Pemuda & Veteran, dikepalai : A.N. TURANGAN.
Badan Urusan Kopra
Ketua : Baharuddin RACHMAN
Wakil : Sun BONE
Anggota : Kapten A.W. SUPIT,
Abdul Rivai PAERAI,
J.D. OROH,
W. RORIMPANDEY,
Kapten/Mayor J.H. TAMBOTO
Dewan Pertimbangan Pusat Permesta (8 Mar 1957)
Kepala : Residen Andi Sultan Daeng Raja (Haji Makkaraeng Daeng Mandjarungi)
Anggota : 111 orang
Saat awal Permesta:
Resimen Infanteri 24 (RI-24) 1957
* Resimen Infanteri 24 (RI-24) --- kemudian menjadi
* Komando Daerah Militer Sulawesi Utara-Tengah (KDM-SUT) Permesta(sebelum TT-VII/Wirabuana dilikuidasi MBAD bulan Juni 1957)
Panglima RI-24 (KDM-SUT) : Mayor TNI Daniel Julius (Yus) SOMBA (lalu pangkat Letkol TNI lokal)
Batalyon 714 : Mayor Dolf RUNTURAMBI
Wakil komandan : Kapten Wim NAJOAN (diganti Kapt. Musagani)
Ajudan/Perwira Personalia: Letda Frans OSSACK
Perwira Operasi : Letda LELENGBOTO
Komandan Kompi Markas : Lettu RUNTUWENE
Kompi Senapan I (Kipan I) : Lettu SJAMSUDDIN (lokasi di Wangurer Bitung) --> pindah ke Makassar
Kompi Senapan II (Kipan II) : Lettu Frans KAPOJOS lalu diganti Lettu Robby A. Frederik (di Manado)
Kompi Senapan III (Kipan III) : Lettu JUNUS (lokasi di kota Manado)
Kompi Senapan IV (Kipan IV) : Letda PADAK (lokasi di Tondano)
Kompi Senapan V (Kipan V) : Lettu Utu PESIK (lokasi di Amurang)
Kompi Senapan VI (Kipan VI) : Letda Jan SOMBA (lokasi di Ternate)
Kompi Cadangan : Lettu Son KARAUWAN/Karouwen (di pesisir Majane-Donggala)
Batalyon 719 (Bn. PALAR) : Mayor Lukas J. PALAR (2 kompi, di Palu)
Kompi cadangan : Kapten Frans KARANGAN (di Palu)
Kompi Markas : Letnan Satu Yo LUMANAUW
Catatan:
- KDM-SUT diresmikan Panglima TT-VII Letkol Ventje SUMUAL nanti pada bulan April 1957
- Resimen Infanteri 24 (RI-24) diubah menjadi Komando Daerah Militer Sulawesi Utara-Tengah (KDM-SUT) secara resmi oleh KSAD
Mayjen A.H. Nasution tgl 28 September 1957, dengan Mayor Daniel Julius (Yus) SOMBA sebagai komandannya & memerima kenaikan
pangkat secara otomatis menjadi Letnan Kolonel (Overste). Namun D.J. SOMBA belum menerima pelantikan kenaikan pangkat Letkol
secara resmi dari MBAD (Mabes TNI-AD di Jakarta).
- Wadan Bn.714 Kapten Wim NAJOAN dimutasikan ke Ko. RI-24, diganti Kapten Musagani;
- Kapt. Musagani juga dimutasikan ke staf Ko. TT-VII/Wirabuana digantikan oleh Lettu Robby Frederik yg dipromosikan menjadi Kapten,
bersama² dgn Lettu JUNUS, juga Lettu SJAMSUDDIN & anggota kompinya pindah ke Makassar.
Saat awal Permesta:
KDM-SUT PERMESTA 1957
* Komando Daerah Militer Sulawesi Utara-Tengah (KDM-SUT) (April-Okt 1957)
(setelah TT-VII/Wirabuana dilikuidasi MBAD bulan Juni 1957)
Kepala Pemerintahan Militer Indonesia Timur Permesta: Letkol H.N.Ventje SUMUAL
Dewan Tertinggi Permesta:
Ketua : Letkol H.N. Ventje Sumual
Wakil Ketua : Letkol M. Saleh Lahede
Sekretaris : Kapten Bing Latumahina
Anggota : 17 orang, antara lain
Letkol dr. O.E. Engelen,
Ny. Mathilda Towoliu-Hermanses,
Makaraeng Mandarungi,
Mochtar Lintang,
Hutagalung,
J. Mewengkang,
J.E. Tatengkeng,
Laodo Manoarfa,
Abdul Muluk Makatita
Prof. Mattulada
Gubernur Militer : Letkol TNI (lokal) Daniel Julius (Yus) SOMBA
Kepala Staf Gubernur Militer : Mayor TNI Dolf RUNTURAMBI
49 Angota Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) Gubernur Militer Sulawesi Utara :
Untuk Daerah Sangir/Talaud :
1. Ch. David
2. Th. Binilang
3. S.K. Salindeho
4. A. Tompo
5. M. Sinsu
6. S. Makagansa
7. F. Abast
Untuk Daerah Minahasa :
8. L.F. Saerang
9. H. Nelwan
10. H. Montolalu
11. W.S. Ticoalu
12. J. Maningkas
13. C.L. Massie
14. J.A. Kullit
Untuk Daerah Manado :
15. G.K. Montolalu
16. Hasan Usman
17. A.C.J. Mantiri
18. M.B. Tumbel
19. Mat Canon
20. J. Parera
21. F. Intama
Untuk Daerah Bolaang Mongondow :
22. Henny Djusuf Manoppo
23. W. Pontoh
24. A van Gobel
25. K. Dolot
26. Udin Lobut
27. K.F.K. Damopolii
28. A. Lumowa
Untuk Daerah Gorontalo :
29. S. Bija
30. Nani Wartabone
31. Jusuf Palapa
32. Usman Hadju
33. Sinyo Hasan
34. M.A. Turungku
35. A. Rachman
Untuk Daerah Palu/Donggala :
36. R.M. Pusadan
37. Ismail Masu
38. Ngenta Djilot
39. Achmad alias Utandu
40. A.D. Thalib
41. Mohamad Daeng Slute
42. A.R. Potalo
Untuk Daerah Poso :
43. Djafar Lapasere
44. B. Ismail
45. S. Kabo
46. R. Amir Dula
47. Jusuf Muslaini
48. Nn. Dumajanti Talasa
49. Atjo Matorang
Dalam sidang pertama DPD Sulawesi Utara (Sulutteng) ini, terpilih :
Ketua I : Laurens F. Saerang
Ketua II : Usman Hadju
Ketua III : J.F.K. Damopolii
Panglima/Gubernur Militer : Letkol TNI (lokal) Daniel Julius (Yus) SOMBA
Kepala Staf Gubernur Militer : Mayor TNI Dolf RUNTURAMBI
Dinas Penerangan KDM-SUT : Kapten Wim NAJOAN
Batalyon 714, komandan : Mayor Dolf RUNTURAMBI(minus Kompi 1 - Lettu SJAMSUDDIN)
Wakil komandan : Kapten Musagani --> diganti Kapten Robby A. FREDERIK
Kompi Senapan I :
Kompi Senapan II : Lettu Frans KAPOJOS lalu diganti Lettu Robby A.Frederik (Manado)
Kompi Senapan III : Lettu JUNUS (Manado) --> kompi ini kemudian ke Makassar
Kompi Senapan IV : Letda PADAK (Tondano)
Kompi Senapan V : Lettu Utu' PESIK (Amurang)
Kompi Senapan VI : Letda Jan SOMBA (Ternate)
Kompi Cadangan : Lettu Son KARAUWAN/Karouwen (di pesisir Majane-Donggala)
Batalyon 717 (ex Bn.702) : Mayor John OTTAY (dari Makassar, minus 1 kompi tdk ikut)
Batalyon 719 (cadangan) : Mayor Lukas J. PALAR (Bn. Palar) (4 kie. dgn 3 kie. andalan)
Kompi cadangan (Kie. 4) : Kapten Frans KARANGAN (asal Toraja)
Kompi Detasemen Markas : Letnan Satu Yo LUMANAUW
Penguasa Militer utk Urusan Militer : Letkol TNI (lokal) Daniel Julius (Yus) SOMBA
Penguasa Militer utk Urusan Sipil : Mayor TNI Dolf RUNTURAMBI
Dinas Penerangan : Kapten Wim NAJOAN
Tim Assistensi Pemerintahan Militer KDM-SUT (Maret 1957-Februari 1958)
1) Humas & Pembinaan Potensi Masyarakat: Yo KULIIT, Jan TORAR, Henk LUMANAUW
2) Keamanan : Kapten Sam OGI, Kapten Tituler Bob TILAAR,
Kapten Boetje PANDEIROTH
3) Pemerintahan : Residen H.R.(No') TICOALU, Residen Wim RATULANGI
E.A.(Nus) KANDOUW, Hk.Besar Lexy TAMBAJONG
(Gubernur Sulutteng: Henny D. MANOPPO)
4) Ekonomi dan Keuangan : Drs. R.A. Ventje SUAL, Drs. Wempie KALIGIS,
Herr TOAR (Ka. Cabang Bank Indonesia di Manado)
KODIM² se-Sulutteng
5) Pool Kopra : A.C.J.(Abe) MANTIRI, J.M.J.(Nun) PANTOUW
6) Logistik : Mayor Wim TENGES, Kapten Johan (Jo) MANDANG,
Kapt.(?) J.S.(Olang) SONDAKH
Kepala Kepolisian Sulawesi Utara : Drs. Tatang S.
Gubernur Sulawesi Utara : Henny Djusuf Corneles MANOPPO
Walikota Manado : Tjo MONTOLALU
Kepala Daerah Minahasa (KDM) : Laurens F. SAERANG
Kepala Daerah Bolaang Mongondow : Henny Djusuf MANOPPO
Kepala Daerah Gorontalo : Sam BIA
Kepala Daerah Sangir Talaud : Ch. David (?)
Kepala Daerah Palu / Donggala : R.M. PUSADAN
Kepala Daerah Poso : Djafar LAPASERE (?)
Kepala Daerah Buol & Toli-toli : R.M. PUSADAN (pemekaran dari Kab. Donggala)
Catatan:
- KDM-SUT diresmikan Panglima TT-VII Letkol Ventje SUMUAL nanti pada bulan April 1957.
- Resimen Infanteri 24 (RI-24) diubah menjadi Komando Daerah Militer Sulawesi Utara-Tengah (KDM-SUT) secara resmi oleh KSAD
Mayjen A.H. Nasution tgl 28 September 1957, dengan Mayor Daniel Julius (Yus) SOMBA sebagai komandannya & memerima kenaikan
pangkat secara otomatis menjadi Letnan Kolonel (Overste). Namun D.J. SOMBA belum menerima pelantikan kenaikan pangkat Letkol
secara resmi dari MBAD (Mabes TNI-AD di Jakarta).
- Inti pasukan KDM-SUT (bekas RI-24) hanya terdiri dari satu batalyon yaitu Batalyon 714 dibawah komando Mayor Dolf RUNTURAMBI,
dimana Kompi 1 pimpinan Lettu SJAMSUDDIN pindah ke Makassar, serta Kapten Musagani & Lettu Junus.
- Bn. 702 dibawah komando Mayor John Ottay dari KDM-SST Makassar disusun menjadi batalyon KDM-SUT yang kedua, yaitu Bn. 717.
Dalam batalyon ini, satu kompi yang berasal dari (suku) Makassar tidak ikut serta ke Sulawesi Utara pada bulan Juni 1957.
(Bn. 702 dgn 2 kie, 1 kie. lainnya tdk ikut ke Sulutteng)
- Batalyon 719 dibawah komando Mayor Lukas J. PALAR di Sulawesi Tengah yg terdiri dari 2 kompi dipimpin oleh Mayor PALAR sendiri
dan kompi pimpinan Kapten Frans KARANGAN asal Toraja tidak begitu pasti kedudukannya dibawah KDM-SUT.
- Sebagai Tim Asistensi yang membidangi keamanan, Bob TILAAR dan Boetje PANDEIROTH menerima pangkat tituler Kapten.
Saat Permesta:
KDM-SUT PERMESTA akhir 1957-awal 1958
* Komando Daerah Militer Sulutteng (KDM-SUT) Oktober 1957-Februari 1958(reorganisasi akhir tahun 1957, sebelum pemutusan hubungan dengan pusat)
Gubernur Militer : Letkol Daniel Julius (Yus) SOMBA
Kastaf Gubernur Militer : Mayor Joost A. WUISAN
Kompi Markas : Letnan Yo LUMANAUW
Batalyon 717 (ex. Bn.702) : Mayor John OTTAY [batalyon minus] (2 kie.)
Resimen Infanteri Ular Hitam (wilayah Sulawesi Utara) bermarkas/posko di Tomohon (Oktober 1957)
Komandan Resimen : Mayor Dolf RUNTURAMBI (jabatan rangkap Kastaf Gubmil sampai awal 1958)
Batalyon 714 : Kapten Robby A. FREDERIK (6 kie.)
+ 1 kompi markas
menjadi Bn. P & Bn. S [keduanya batalyon minus]
Resimen Infanteri Anoa (wilayah Sulawesi Tengah) bermarkas/posko di Palu (November 1957)
Komandan Resimen : Mayor Jan Wellem "Dee" GERUNGAN
Batalyon 719 : Mayor Lukas J. PALAR (3 kie.)
+ kompi : Kapten Frans KARANGAN [batalyon minus]
Catatan:
- Staf Komando TT-VII yang bergabung dalam staf KDM-SUT adalah: Letkol Ventje SUMUAL, Mayor J.W. GERUNGAN, Mayor Arie SUPIT,
Mayor Eddy GAGOLA, Mayor Lendy R. TUMBELAKA, bekas Kastaf RI-26 Bali Mayor Joost A. WUISAN,
Mayor Wim TENGES & Mayor Wim Tewatoe JOSEPH (keduanya baru menamatkan pendidikan di SSKAD Angkatan V),
serta Lettu Utu BAYBAY yang juga baru lulus dari Sekolah Komandan Kompi di Cimahi, Bandung.
- KDM-SUT diresmikan oleh KSAD Mayjen A.H. Nasution tgl 28 September 1957, dgn Mayor D.J. (Yus) SOMBA sbg komandannya
& memerima kenaikan pangkat secara otomatis menjadi Letnan Kolonel (Overste) lokal tgl 1 Januari 1958.
- Resimen Infanteri Ular Hitam & Anoa sampai awal tahun 1958 masih dalam tahap pembentukan, belum dalam tahap dipersenjatai.
Saat Permesta:
KDM-SUT PRRI 1958
* Komando Daerah Militer Sulutteng (KDM-SUT) Februari 1958-Agustus 1958(reorganisasi tanggal 19 Februari 1958 sampai bulan Agustus 1958)
Gubernur Militer Sulutteng : Kolonel Daniel Julius (Yus) SOMBA
Kastaf Gubernur Militer : Mayor Eddy GAGOLA
Kompi Markas KDM-SUT : Letnan/Kapten Yo LUMANAUW
Batalyon 717 (bn. minus) : Mayor John OTTAY (2 kie.)
Sektor I/Resimen Team Pertempuran (RTP) "Ular Hitam" / wilayah Sulut di Tomohon (Oktober 1957)
Komandan Resimen : Mayor Dolf RUNTURAMBI
Batalyon 714 : Kapten Robby A. FREDERIK
= dipecah menjadi Batalyon "P" dan "S"
Batalyon P : Mayor Robby A. FREDERIK
Batalyon S :
Sektor II/Resimen Team Pertempuran (RTP) "Anoa" / wilayah Sulteng di Palu (November 1957)
Komandan Resimen : Mayor Jan Wellem (Dee) GERUNGAN
Batalyon 719 : Mayor Lukas J. PALAR
= dipecah menjadi Batalyon "Q" dan "R"
Batalyon Q : Mayor Lukas J. PALAR
Batalyon R : Kapten Frans KARANGAN --> tidak ikut Permesta
Catatan:
- Setelah RTP "Ular Hitam" yg terbentuk pada September 1957 & diresmikan & dilantik oleh Letkol. D.J. SOMBA di Manado pada
awal tahun 1958 serta dikomandoi oleh Mayor Dolf Runturambi, maka jabatan Kastaf Gubmil diserahkan dari Mayor Dolf Runturambi
kepada Mayor Joost A. Wuisan lalu dioper kepada Mayor Eddy GAGOLA.
- Inti pasukan RTP "Ular Hitam" adalah Batalyon 714 dibawah komando Mayor Dolf RUNTURAMBI dan bermarkas di Tomohon.
Kemudian Bn. 714 dipecah menjadi Batalyon "P" dan "S".
Setelah pemutusan hubungan dengan pusat pada bulan Februari 1958, RTP "Ular Hitam" dipecah menjadi Bn. "H","O","P","S","T"
yang dipecah dari kompi² sebelumnya dengan tambahan anggota pasukan dari pemuda dan bekas KNIL yang bergabung.
- Inti pasukan RTP "Anoa" adalah Batalyon 719 dibawah komando Mayor Lukas J. PALAR. TRP ini dilantik oleh
Komandan RTP Ular Hitam Mayor Dolf RUNTURAMBI di Palu atas nama Panglima KDM-SUT.
- Bn. 719 dibawah komando Mayor Lukas J. PALAR di Sulawesi Tengah yang terdiri dari 2 kompi yang dipimpin Mayor PALAR sendiri
serta sebuah kompi pimpinan Kapten Frans KARANGAN asal Toraja tidak begitu pasti kedudukannya dibawah KDM-SUT.
Batalyon 719 dipecah menjadi Batalyon "Q" dan "R" dari kedua kompi tersebut, kemudian disusul Bn. "N" & "U".
- Komandan Batalyon PALAR (Bn "Q"), Mayor Lukas PALAR bersama pasukan pengawalnya gugur di perairan Poso dlm pertempuran
"OPERASI JAKARTA II", ketika sedang menyeberangi teluk dengan motorboat, disergap dan ditenggelamkan pesawat tempur AURI.
Setelah itu pasukan Palar terpencar²: sebagian mengikuti pasukan Dee Gerungan masuk hutan Sulteng, & sebagian lagi
menggabungkan diri dengan satuan² Resimen Ular Hitam. Serta Bn. Q sendiri sebagai pasukan cadangan KSAD.
Pasukan Permesta di Sulawesi Tengah memang tidak disukai di situ karena kekejamannya.
- Kapten Frans KARANGAN bersama kompinya menyeberang kepada TNI, & ikut menumpas pasukan Permesta di wilayah Sulteng.
- Pasukan PRRI di Sulutteng sudah dapat dilipatgandakan dua kali sampai akhir bulan April 1958, dari sukaralawan, sedangkan
di dalam tempat² latihan masih terdapat pemuda² yang sama jumlahnya.
Pergolakan Permesta:
ANGKATAN PERANG REVOLUSIONER (APREV) P.R.R.I.
Divisi PERMESTA 1958-1959
* Sebetulnya, bentuk organisasi pemerintahan dan komando ketentaraan PRRI di daerah operasi Permesta pada
dasarnya adalah begitu kabur, karena tidak adanya kesepakatan yang jelas antara Pemimpin Tertinggi
Permesta, Waperdam PRRI/Kepala Pemerintahan Sipil PRRI di Sulawesi serta Panglima Besar Angkatan
Perang PRRI ("Panglima Besar Angkatan Perang Permesta") [apakah para Tiga Serangkai penandatanganan
Piagam Palembang yang mendasari berdirinya PRRI itulah yang memegang kekuasaan tertinggi di wilayah
PRRI khususnya di wilayah PRRI-Permesta yaitu KS-ADREV Ventje SUMUAL, atau KSAP PRRI/Panglima Besar
Permesta Alex KAWILARANG, ataukah Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan PRRI / Kepala
Pemeritahan Sipil PRRI Joop WAROUW yang memegang wewenang komando tertinggi] -
sehingga para bawahannya hanya "meraba-raba" kedudukan tsb.
* Kabinet Pemerintah Revolusioner R.I. (P.R.R.I.)
(Sejak 15 Februari 1958)
Perdana Menteri : Mr. Sjafruddin PRAWIRANEGARA
Wakil Perdana Menteri (Waperdam) : Mohammad NATSIR
Wakil Perdana Menteri utk Ind.Timur: Kol. J.F. (Joop) WAROUW
Menteri Keuangan : Mr. Sjafruddin PRAWIRANEGARA
Menteri Luar Negeri : Kol. Maludin SIMBOLON
Menteri Dalam Negeri : Kol. Dahlan DJAMBEK (lalu diganti Mr. ASSAT)
Menteri Pertahanan : Mr. Burhanuddin HARAHAP (lalu Pejabat Moh. NATSIR)
Menteri Kehakiman : Mr. Burhanuddin HARAHAP
Menteri Pembangunan/Pekerjaan Umum : Kol. J.F. WAROUW (lalu jadi Menteri Pertahanan ad interim)
Menteri Perhubungan/Pelayaran : Prof. Dr. Soemitro DJOJOHADIKUSUMO
Menteri Pertanian & Perburuhan : Saladin SARUMPAET
Menteri Agama : Prof. Mochtar LINTANG
Menteri Penerangan : Letkol. Muh. Saleh LAHEDE (diganti Wilhem PESIK)
Menteri Sosial : Abdul Gani USMAN
* Staf Komando Angkatan Perang Revolusioner (APREV) di Indonesia Timur (Divisi Permesta)(bulan Februari 1958-Juni/Agt 1958) --- (sebelum pendaratan APRI [TNI] / "Tentara Pusat" bulan Juni 1958)
Wakil Perdana Menteri PRRI (Waperdam/WPM) / Menteri Pertahanan PRRI, serta
Kepala Pemerintahan Sipil Permesta : Kolonel Jacob Frederick (Joop) WAROUW
Panglima Besar APREV (PB APREV - PRRI) : Mayjen Alexander Evert (Alex) KAWILARANG (1958)
Kepala Staf Angkatan Darat Revolusioner/ADREV : Kolonel (lalu Brigjen) H.N. Ventje SUMUAL
Asisten I (Urusan Intelegen) (A.I) : Letkol (Kolonel) Jan M. Johan (Nun) PANTOUW
Asisten II (Urusan Operasi) (A.II) : Letkol (Kolonel) Arie Willy SUPIT
Asisten III (Urusan Personalia) (A.III) : Letkol (Kolonel) Lendy R. TUMBELAKA
Asisten IV (Urusan Logistik) (A.IV) : Letkol (Kolonel) tituler A.C.J.(Abe)MANTIRI
Asisten V (Urusan Civic & Territorial) (A.V) : Mayor (Letkol) Wim NAJOAN(Dinas Penerangan)
Kepala Staf Angkatan Udara Revolusioner/AUREV : Komodore Muda Petit MUHARTO KARTODIRDJO
Wakil Kepala Staf AUREV : Hadi Santoso SAPANDI (ex. Kapten AURI)
Kepala Staf Angkatan Laut Revolusioner (ALREV) :
Polisi Revolusioner (Polrev) : Komisaris Paul KAWILARANG
Komando Daerah Pertempuran (KDP) Divisi Permesta:
KDP I/Maluku Utara, Komandan : Letkol Nun PANTOUW (sejank April 1958)
KDP II/Minahasa (KDPM), Komandan : Letkol (Kolonel) Daniel Julius (Joes) SOMBA
KDP III/Bolmong-Gorontalo, Komandan : Letkol (Kolonel) Dolf RUNTURAMBI
KDP IV/Sulawesi Tengah, Komandan : Letkol Jan Wellem (Dee) GERUNGAN
Komando Militer Kota Besar (KMKB) Manado,Komandan : Mayor Wim Tewatu JOSEPH
Komando Daerah Garnisun (KDG) Tomohon, Komandan : Kapten LANTANG
Komando Militer Kota (KMK) Kotamobagu, Komandan : Kapten Evert SUMUAL
Detasemen Markas Besar SUAD PRRI (Mako KS-ADREV) : Mayor LOMPOLIU
Catatan:
- Sewaktu Kotamobagu diduduki APRI (Tentara Pusat), Letkol Arie SUPIT, Letkol Lendy TUMBELAKA & Letkol Wim JOSEPH serta
Wim NAJOAN sudah meninggalkan KSAD Ventje SUMUAL menuju utara Minahasa ("Kelompok Permesta Utara" atau Kontra-Revolusioner)
- Panglima Besar/Kepala Staf Angkatan Perang Revolusioner PRRI, Kastaf ADREV dan Kastaf AUREV beroperasi di wilayah operasi
Divisi Permesta di daerah Minahasa (KDPM).
- Tanggal 15 Februari 1959 diadakan reorganisasi susunan pemerintahan PRRI dimana Brigjen TNI Alexander Evert KAWILARANG kemudian
menjadi Kepala Staf Angkatan Perang dengan pangkat Jenderal Mayor. Kemudian menjadi Panglima Besar PRRI. Kedua jabatan ini
tidak disukai Alex Kawilarang sendiri karena ia menganggap PRRI adalah separatis. Ia lebih suka disebut Panglima Besar pasukan Permesta.
Sedangkan pangkat Kolonel Ventje SUMUAL menjadi Brigadier Jenderal.
- Atase Militer AURI pada KBRI di Manila Mayor AURI Petit MUHARTO dijadikan KSAU - Angkatan Udara Revolusioner dalam pertemuan
petinggi PRRI di Singapura hanya dia yg dari AURI sehingga dijadikan Kastaf AUREV dgn menerima pangkat Komodore Muda. Ia dibantu
oleh Wakil Kepala Staf adalah bekas Kapten AURI Hadi Santoso SAPANDI, mantan Komandan Squadron III-Pemburu AURI di Cililitan
(sekarang LU Halim Perdana Kusumah) tahun 1952-1953 (berpangkat Lettu Pnb. waktu itu), dengan markas AUREV di HUISE SABANG
Jl.Sario Manado (sekarang Jl.Ahmad Yani).
Sebelum kedua perwira AURI asal Jawa itu bergabung, AUREV mulanya dipimpin Z. Rambing dari LU Kalawiran/Tasuka.
Slagorde PRRI Komando Divisi Permesta di Indonesia Timur(setelah pendaratan APRI ("Tentara Pusat") bulan Juni 1958) dgn sistem pertempuran frontal (perang terbuka)Komando Daerah Pertempuran (KDP) I/Maluku Utara
Panglima : Mayor Abdul KADIR lalu April 1958 diganti
Letkol Jan Maximillian Johan (Nun) PANTOUW,
kemudian diganti oleh Mayor Jonkhy Robert KUMONTOY (sampai awal thn 1962)
Wakil : Mayor Jongky Robert KUMONTOY
pasukan intinya adalah :
kesatuan Yo LUMANAUW,
Yonkhy R. KUMONTOY,
Bob MARAMIS,
dll
Kepala Staf : Mayor Boy BOLANG
Komando Daerah Pertempuran (KDP) II/Minahasa (KDPM)
Panglima : Letkol Daniel Julius SOMBA
Kepala Staf :
bermarkas/posko di Kotamenara/Amurang
Batalyon A, dibawah komando Mayor J.F. IROTH diganti Mayor Abdurahman DEMSY
Batalyon B, dibawah komando Mayor Utu' PESIK
Batalyon C, dibawah komando Mayor J.D. OROH
Batalyon D, dibawah komando Mayor Daan KARAMOY (Bn. Sambar Nyawa)
Batalyon E, dibawah komando Mayor Agus TUWAIDAN / Beto UMBOH (Bn. Pegunungan I)
Batalyon F, dibawah komando Mayor Jopie LASUT
Batalyon G, dibawah komando Mayor Tembu MUDENG (Bn. Pegunungan II)
Batalyon I, dibawah komando Mayor Boy POTU
Batalyon J, dibawah komando Mayor Utu BAYBAY
Batalyon K, dibawah komando Mayor Frans RAMPENGAN (Bn. Kalah Hitam)
Batalyon L, dibawah komando Mayor Agustinus LAWALATTA (Bn. Badak Hitam)
Batalyon M, dibawah komando Mayor Hein Hendrik KALANGI (Bn. Manguni)
Batalyon N, dibawah komando Mayor
Batalyon P, dibawah komando Mayor Robby A. FREDERIK / Frans OSSACK
Batalyon R, dibawah komando Mayor Frans KAREPOUWAN (Bn. Jin Kasuang)
Batalyon W, dibawah komando Mayor Sumlang WERWER (Bn. Sapta Marga)
Batalyon X, dibawah komando Mayor Nyong ROMPAS
Batalyon Y, dibawah komando Mayor Dolf MAKATIPU
Komando Militer Kota Besar (KMKB) Manado, dibawah komando Mayor Wim Tewatu JOSEPH
markas/posko di Kp. Pondol-Manado
Komando Daerah Garnisun (KDG) Tomohon, dibawah komando Kapten LANTANG
markas/posko di Kateluan Park-Tomohon
Kesatuan-kesatuan non-reguler, antara lain:
Kesatuan Mayor Adolf SILANGEN (putra² asal Satal),
Kesatuan Letnan Sam LANGI (kompi combat),
Kesatuan Mayor MERAY (kompi besar),
Kesatuan Boy SIGARLAKI,
Kesatuan No' KOROMPIS
yang berbentuk/berjumlah kompi plus atau batalyon minus, atau peleton plus.
Komando Daerah Pertempuran (KDP) III/Bolmong-Gorontalo
Panglima : Letkol Dolf RUNTURAMBI
Kepala Staf : Mayor Notji GERUNGAN
bermarkas/posko di Biga/Kotamobagu
Batalyon H, dibawah komando Mayor Frans KAINDEH
Batalyon O, dibawah komando Mayor David PANTOUW (Bn. Pinaesaan) (3 kie. senapan) di Dumoga s/d Tungoi
Batalyon S, dibawah komando Mayor Wim SIGAR (bn. kecil) di Boroko, Atinggola, Bintauna
Batalyon T, dibawah komando Mayor Boetje TOGAS (Bn. Momok Permesta)
Batalyon U, dibawah komando Mayor Son KARAUWEN (Bn. Sapu Rata)
Batalyon V, dibawah komando Kapten RUMAGIT
Batalyon Q, dibawah komando Mayor J. LUMINGKEWAS
Batalyon DAMOPOLII, dgn komandan Mayor Usman DAMOPOLII (1 kompi besar/batalyon persiapan)
Kompi Markas (kompi pengawal), dgn komandan Letnan Bolu KINDANGEN
5 unit (regu) Combat Intelegence (CI)
Kompi Pengawal KDP III
Kompi Herman RUNTURAMBI (kompi gabungan putra² Minahasa, Bolmong dan Gorontalo) --> di Inobonto
Kompi PAPUTUNGAN, dgn komandan Lettu PAPUTUNGAN (putra² Bolmong) --> di Kotamobagu Selatan
Kompi (minus) Lettu Yud TIENDAS (peleton besar)
Komando Militer Kota (KMK) Kotamobagu, dibawah komando Kapten Evert SUMUAL
Catatan:
- Mayor F.H.L.W. (Eddy) MONGDONG adalah Komandan Sektor III/Wilayah Tomohon sebelum membelot bulan Agustus 1958.
Dikatakan bahwa ia adalah penjabat sementara Panglima KDP-II Minahasa / KDPM saat Letkol D.J. SOMBA memimpin "Operasi
Jakarta II" di Sulteng.
- Mayor Eddy MONGDONG & sebagian besar anggota pasukannya di Sektor III/Lokon yang berintikan Kompi Lokon dibawah Pieter
TUMURANG membelot kepada TNI bulan Agustus 1958
- Bn. Q pimpinan Mayor J. Lumingkewas, oleh KSAD Ventje SUMUAL dijadikan pasukan cadangan langsung dibawah perintahnya.
Sebelumnya, Bn. Q bagian dari pasukan Mayor PALAR yg kocar-kacir akibat dipukul mundur dari OPERASI DJAKARTA II di Sulteng.
- awal 1959 Bn. H, T & U diperbantukan pada KDP II dalam Serangan Umum & tapi kemudian tidak kembali lagi ke wilayah KDP III
- Kompi PAPUTUNGAN membelot ke TNI saat Kapten Daan OLII memimpin TNI mengadakan serangan awal ke Kotamobagu.
Mayor Daan OLII ditunjuk Pusat menggantikan H.D.MANOPPO sebagai Kepala Daerah Bolaang Mongondow. H.D.MANOPPO
sebelumnya telah menjadi Gubernur Sulawesi Utara Permesta.
- Kapt. GONIBALA, pimpinan satu batalyon kecil pasukan Permesta yg terdiri dari mahasiswa & beberapa TNI asal Bolmong ditangkap
tgl 16 Agustus 1959 karena dicurigai akan menyerah kepada pemerintah pusat. Ia kemudian dieksekusi mati. Setelah itu digantikan oleh
Kapt. Usman DAMOPOLII & membentuk kesatuan baru hanya beberapa hari sebelum serangan pasukan TNI dari kesatuan Siliwangi
atas Kotamobagu. Sebagian pasukannya itu membelot kepada Tentara Pusat, sehingga yang terbentuk hanyalah sebuah kompi kecil.
Pasukan Usman DAMOPOLII ini khusus untuk putra² Bolaang Mongondow.
- satu peleton besar (kompi minus), pimpinan Lettu Yud TIENDAS menggabungkan diri dengan TNI yang mendarat di pantai Gorontalo
pertengahan 1959.
(Dapat disebutkan disini juga adalah Pasukan Bogani yg kemudian membelot-tidak jelas dipimpin oleh siapa).
Komando Daerah Pertempuran (KDP) IV/Sulawesi Tengah (Palu, Donggala, Toli-toli, Poso)
Panglima : Letkol Jan Wellem (Dee) GERUNGAN
Batalyon "Q" , dibawah komando Mayor Lukas J. PALAR / Mayor J. LUMINGKEWAS
Batalyon "R", dibawah komando
Kompi ex. KNIL (kompi besar) --> digabung dengan Bn. Q
beberapa kesatuan kecil seperti:
kesatuan yang dipimpin Kapten Hein LOMBOAN,
kesatuan yang dipimpin Kapten WALANDA,
kesatuan yang dipimpin Lettu KORAAG,
kesatuan yang dipimpin Mayor Frits RUNTUNUWU,
kesatuan yang dipimpin Mayor Fred J. BOLANG,
kompi yang dipimpin Kapten Tommy RUNTURAMBI (kompi kecil/minus) di daerah Poso
Catatan:
- Komandan Batalyon PALAR (Bn "Q"), Mayor Lukas PALAR bersama pasukan pengawalnya gugur di perairan Poso dlm pertempuran
"OPERASI JAKARTA II", ketika sedang menyeberangi teluk dengan motorboat, disergap dan ditenggelamkan pesawat tempur AURI.
Setelah pasukan Palar terpencar²: sebagian mengikuti pasukan Dee Gerungan masuk hutan Sulteng, & sebagian lagi menggabungkan
diri dengan satuan² Resimen Ular Hitam. Pasukan Permesta di Sulawesi Tengah memang tidak disukai di situ karena kekejamannya.
- Kapten Frans KARANGAN bersama pasukannya menyeberang kepada TNI, dan ikut menumpas pasukan Permesta di wilayah Sulteng.
- Sebuah Kompi besar yang terdiri dari ex KNIL digabungkan dengan Bn. Q setelah "OPERASI JAKARTA II" mengalami kegagalan.
Pasukan Cadangan KSAD:
- Detasemen Markas KSAD dibawah komando Mayor LOMPOLIU
bermarkas/posko di kampung Towuntu/Liwutung Tombatu, lalu 1959 keKaroa/Tompaso Baru
- Brigade 999, dibawah komando Letkol Jan TIMBULENG & Kastaf Kapten Otje LISANGAN
bermarkas/posko di Kalait/Tombatu
Batalyon GOAN, dibawah komando Kapten Gerson (Goan) SANGKAENG
Batalyon LISANGAN, dibawah komando Kapten Jootje LISANGAN
Batalyon KORUA, dibawah komando Kapten Hans KORUA (Korowa)
Batalyon PANDEIROTH, dibawah komando Kapten Benny PANDEIROTH
- Batalyon Q, dibawah komando Mayor J. LUMINGKEWAS (Bn. Anoa Djantan)
bermarkas/posko di Kotambunan/Bolmong
Pasukan Pengawal Panglima Besar Mayjen Alex E. KAWILARANG berkekuatan satu peleton
bermarkas/posko di Tangkunei/Sonder
yang dipinjam dari pasukan pengawal WK-III pimpinan Letkol Wim TENGES
Pasukan pengawal Kepala Pemerintahan PRRI-Permesta/Waperdam Joop WAROUW: Kapten Anthon TENGES
bermarkas/posko di Kotamenara/Amurang kemudian di Tonsawang/Tombatu
Pasukan Polisi Revolusioner (Polrev) : Komisaris (Polrev) Paul KAWILARANG
Pasukan Corps Tentara Peladjar (CTP) : (Kapten) Djimmy NOYA, Marten RINTJAP, Wilson H. BUJUNG
Pasukan Wanita Permesta (PWP) : Ny.Henny Lie Sumual-PONDAAG (Ketua),
Ny.Hetty Gerungan-WAROUW, Annie KALANGIE, Kapten Evert SUMUAL
Permesta Yard (Biro Intelegen Permesta):
Catatan:
- Setelah Dan.Bri.999 Mayor Jan TIMBULENG diangkat menjadi Letkol, semua komandan batalyonnya diangkat menjadi Mayor.
- Di daerah Langowan-Ratahan beroperasi sebuah pasukan yang langsung berada dibawah komando Bupati Minahasa Permesta
Laurens F. SAERANG. Dia berusaha keras membentuk sebuah brigade diluar slagorde yang ada & menjadikan Batalyon M
pimpinan Mayor Hein KALANGI sebagai pasukan intinya, dengan nama Brigade Manguni.
- Panglima Besar Mayjen Alex KAWILARANG tidak mempunyai pasukan khusus. Pasukan yg bertindak sbg pasukan pengawalnya
berkekuatan satu peleton adalah bagian dari pasukan pengawal WK III dipimpin Letkol Wim TENGES.
Tahun 1960 PB AP-PRRI (APREV) Mayjen Alex KAWILARANG mendirikan pos komandonya di Timbukar, wilayah kekuasaan WK III.
Di sana ia membentuk staf komandonya yang baru, terlepas dari RPI KSAD Brigjen Ventje SUMUAL.
* Slagorde Pasukan Permesta
(Setelah kota² Minahasa & Kotamobagu diduduki Sept 1959 oleh Tentara Pusat)
Komando² WK (Wehr-Kreisse) yang dirancang oleh Mayor Eddy GAGOLA pada pertengahan 1958 mulai diberlakukan saat itu
dengan sistem perang gerilya (konsep taktik perang teritorial/wehrkreisse),
sehingga pertempuran frontal (KDM-SUT) diganti pertempuran sektor.
Menteri Pertahanan/Wakil Perdana Menteri PRRI (Waperdam/WPM), serta
Kepala Pemerintahan PRRI wilayah Permesta : Kolonel Jacob Frederick (Joop) WAROUW
Kepala Staf Angkatan Perang Revolusioner (APREV) : Mayjen Alexander Evert (Alex) KAWILARANG
Kepala Staf Angkatan Darat Revolusioner/ADREV : Brigjen H.N. Ventje SUMUAL
Asisten I (Urusan Intelegen) (A.I) : Letkol(Kolonel) Jan M.Johan (Nun) PANTOUW
Asisten II (Urusan Operasi) (A.II) : Letkol Arie Willy SUPIT
Asisten III (Urusan Personalia) (A.III) : Letkol(Kolonel) Lendy R. TUMBELAKA
Asisten IV (Urusan Logistik) (A.IV) : Letkol(Kolonel)tituler A.C.J.(Abe)MANTIRI
Asisten V (Urusan Civic & Territorial) (A.V) : Mayor (Letkol) Wim NAJOAN(DinasPenerangan)
Kepala Staf Angkatan Udara Revolusioner/AUREV : Komodore Muda Petit MUHARTO KARTODIRDJO
Kepala Staf Angkatan Laut Revolusioner (ALREV) : ---
Komando Daerah Pertempuran (KDP) Divisi Permesta:
KDP I/Maluku Utara, Komandan : Mayor Abdul KADIR/Jonkhy R> KUMONTOY
KDP II/Minahasa (KDPM), Komandan : Letkol(Kolonel) Daniel Julius (Joes) SOMBA
WK I/Minahasa Utara, pimpinan Letkol Fred J. BOLANG --> Letkol Agus TUWAIDAN
WK II/Minahasa Tengah bagian Timur, pimpinan Letkol. John OTTAY
WK III/Minahasa Tengah bagian Barat, pimpinan Letkol. Wim TENGES
WK IV/Minahasa Selatan (terutama bagian Barat), pimpinan Letkol. Joost A. WUISAN
Ada 17 SWK [sekarang setingkat Korem] dibawah Komando KDPM.
SWK 1/Klabat, pimpinan Mayor Agus TUWAIDAN
SWK 2
SWK 3
SWK 4
SWK 5/Lokon, pimpinan Mayor Agustinus LAWALATA
SWK 6
SWK 7
SWK 8/Motoling, pimpinan Mayor Jopie TALUMEWO
SWK 9
SWK 10
SWK 11
SWK 12
SWK 13
SWK 14
SWK 15
SWK 16
SWK 17
(nama-nama SWK tsb biasanya diambil dari nama gunung sekitarnya seperti Klabat, Lembean,
Dua Sudara, Lokon, Lengkoan, Manimporok, Soputan, Lolombulan, Manembo, Sinon Sayang)
Biasanya, komandan batalyon juga merangkap komandan SWK: a.l.
SWK 5/Lokon Mayor LAWALATA, SWK Manembo Mayor IROTH (diganti Mayor A.R.DEMSY),
SWK Klabat, SWK Lengkoan, SWK Soputan Mayor Nyong ROMPAS,
SWK 8/Motoling Mayor Jopie TALUMEWO
KDP III/Bolmong-Gorontalo, Komandan : Letkol (Kolonel) Dolf RUNTURAMBI
KDP IV/Sulawesi Tengah, Komandan : Letkol Jan Wellem (Dee) GERUNGAN
Komando Daerah Pertempuran II (KDP II) / KDPM, Panglima: Kolonel D.J. SOMBA
Panglima : Kolonel Daniel Julius SOMBA;
Kepala Staf : ---;
Asisten I (Intellegen) : Mayor Sam OGI (lalu digantikan Mayor Jan MANGUNDAP);
Wakil Ass. I : Kapten Jan MANGUNDAP;
Asisten II (Operasi) : Mayor SARAUN;
Asisten III (Personalia): ---;
Asisten IV (Logistik) : ---;
Asisten V (Territorial) : ---;
Detasemen Markas KDPM : Mayor Jorgen MOMONGAN; Ben TUEGEH
markas/posko KDP-II/KDPM di perkebunan Kotamenara, kaki gunung Soputan (mulanya di Matani Tomohon -> Sarongsong -> Lahendong)
WK-I (Distrik I) di Tonsea (Minahasa Utara), dibawah komando Letkol Fred J. BOLANG (ex KNIL/TNI),
kemudian dikudeta oleh Letkol Agus TUWAIDAN.
markas/posko WK-I di desa Pinilih.
- Batalyon E, dibawah komando Mayor Beto' UMBOH (Bn. Pegunungan I);
Kastaf Kapten Jan KATUUK;
Kompi I Kapten Herling MANUEKE;
Kompi II Kapten Boy SIGARLAKI;
Kompi III Kapten Makalo KAMBEY;
Kompi IV Katen;
Kompi V Kapten Baas TUWAIDAN;
Peleton I Letnan We' PANGEMANAN;
Peleton II Letnan Buang KARAMOY;
Regu I Sersan Dan ROTI;
Regu II Sersan Agus PUNGUS;
Regu III Sersan Runtu WATUNA;
Regu IV Sersan;
Peleton III Letnan Roy PANGEMANAN;
- Batalyon G, dibawah komando Mayor Tembu MUDENG (Bn. Pegunungan II);
- Batalyon F, dibawah komando Mayor Jopie LASUT --> Mayor Anis TANGKA;
- Batalyon W, dibawah komando Mayor Werwer SUMLANG(Bn. Sapta Marga).
Pasukan² non-reguler dalam bentuk satuan kompi, dan peleton
antara lain adalah Pasukan No' KOROMPIS, Frans TAMBAJONG,
pasukan² yang beroperasi di daerah² Dua Sudara, Minawerot, Klabat, Tatelu,
Likupang dan Tanggari.
WK-II (Distrik II) di daerah Tondano dan Tondano Pante, Pegunungan Lembean,
daerah Kembes, G.Mahawu, Tomohon Timur
dibawah komando Letkol John OTTAY.
markas/posko WK-II di desa Sawangan, Airmadidi.
- Batalyon D, dibawah komando Mayor Daan KARAMOY (Bn. Sambar Nyawa)
dibantu Lefrand (Len) KARAMOY (istri) & Kapten TULUNG;
Kompi I : Kapten Lodwijk (Owik) KARAMOY;
Kompi II : Kapten Menase MANTIRI/Lefinus KAUNANG; --> di Pineleng, Teling
Kompi III : Kapten Emil MANGELA;
Peleton I : Letnan WAROUW, wakil LALUGIROT;
Peleton II : Letnan TALENGKE;
Peleton III : Letnan Jantje A. PANGALILA, wakil NINU;
- Batalyon P, dibawah komando Mayor Frans OSSACK; --> di Tondano Pante
Wakil Komandan Kapten Freddy RUNTURAMBI (adik Dolf Runturambi)
- Batalyon U, dibawah komando Mayor Theo MERAY; --> di sekitar Pegunungan Lembean
(Bn.M dikenal sbg Bn.Sapta Marga sebelum diadakan penggabungan dgn Bn.U pimpinan Mayor Son KARAUWAN.
Mayor Son KARAUWAN tewas saat clash dgn Bn. Manguni di sekitar gunung Kawatak)
- Batalyon T, dibawah komando Mayor Boetje TOGAS (Bn.Momok Permesta);-->di Tondano Pante
- Batalyon Y, dibawah komando Mayor Utu BAYBAY; --> di Ratahan
Daerah Semi Otonom: Batalyon (BRIGADE) MANGUNI - markas/posko di desa Manembo, Langowan
- Batalyon M, dibawah komando Mayor Hein Hendrik KALANGI;
dibawah pengaruh Bupati Minahasa Letkol (Kolonel) Laurens F.SAERANG,
Kompi Hein KALANGI; --> desa Manembo/tenggara Langowan
Kompi I Penjata (Kapten) Gustaf RUNGKAT; --> penjata
Kompi Kapten Ventje MEMAH; --> desa Noongan
Kompi Letnan Leger LONDA; --> hutan utara desa Rasi/Ratahan
Kompi Letnan TUNAS; --> hutan barat laut desa Rasi/Ratahan
WK-III (Distrik III) di daerah Tumpaan, Kawangkoan, Sonder, Pinaras, barat Tomohon, Remboken,
dibawah komando Letkol Wim TENGES;
Kepala Staf, Mayor S. LEPAR.
markas/posko di desa Suluun, Rumoong Atas - Tareran.
- Batalyon A, dibawah komando Mayor Abdurahman DEMSY (Dan.SWK Manembo); --> desa Tincep
Kompi Buaya, dibawah komando Kapten Anthon TENGES;
Kompi E, dibawah komando John KOROH; --> di Tareran
- Batalyon I, dibawah komando Mayor Boy POTU (SWK 5/Lokon); -->daerah Pinaras,Tara²/Tomohon
Kompi SULU, pimpinan Kapten Nicholas (Las) SULU (ex. RPKAD); -->pindah ke Bn.5/999
asal Kakaskasen--> daerah operasi di utara desa Kakaskasen, markas di Warembungan
Kompi WUNGKANA;
Kompi M, pimpinan Mayor PURUKAN;
- Batalyon J, dibawah komando Mayor Agus LAWALATTA; --> lereng Sinonsayang
- Batalyon K, dibawah komando Mayor RAMPENGAN (Bn. Kalah Hitam); --> sekitar Tareran/Sonder
Kompi LONDOK pimpinan Letnan LONDOK; (ex RPKAD) --> hutan Pahuli/di barat desa Pinaras
Kompi III pimpinan Kapten Dekker PALIT; --> dari Bri.999, asal Lalek Sonder
- Batalyon L, dibawah komando Mayor Agustinus LAWALATTA (Bn.Badak Hitam-SWK 5/Lokon)
- Batalyon R, dibawah komando Mayor Frans KAREPOUWAN (Bn. Jin Kasuang) -- (3 kompi)
& Wakil Komandan Kapten Drs. Jootje SENDOW } Bn. ini berada sekitar Kasuang/Tampusu
- Batalyon X, dibawah komando Mayor Nyong ROMPAS (SWK Soputan); --> posko di Kotamenara
Kompi I : Kapten TUKIRAN; --> Ranoikasuruan - desa Tonsewer, Kawangkoan
Kompi II : Kapten PIETERS; --> desa Kiawa, Kawangkoan
Kompi III : Kapten MALIANGKAY; --> kie III ex anggota PPK
Kompi IV : Kapten Kapten Hart SONDAKH;
Kompi V : Kapten Ventje MEMAH;
- Detasemen Korps Komando Angkatan Darat (KKAD), pimpinan Kapten Donny TAMBAJONG
(ex. RPKAD);
Kompi I : Kapten
Kompi II : Kapten
- Detasemen Komando (Detko), Dandetko : Mayor Hein LOMBOAN diganti Kapten Wim F. DOMPAS;
Wakil komandan (Wadandetko) : Kapten Wim Fokke DOMPAS;
Kompi I : Kapten Sos ROMPAS (ex KNIL); --> Pinaling
Kompi II : Kapten Johny TIMBONG; --> Suluun, Pinapalangkow, Kapoya
Peleton I : Letda Sampel SAROYOWAN (ex. Bn. 702 TNI); --> Ranoketang
Kompi III : Kapten Onie RUNKAT); --> Maliku, meriam & senjata berat
Peleton Combat (CI) Detko pimpinan Letda Ben TUEGEH; --> Popareng
Peleton Combat (CI) Detko pimpinan Letda Nus LAWALATTA; --> Sulu/Paslaten
- Kompi Combat CI pimpinan Lettu/Kapten John SELENDU;
- Kompi Combat CI pimpinan Kapten/Mayor J.F. IROTH; --> Sonder
- Kompi Combat (CI) pimpinan Kapten LAHE (ex. RPKAD) dibunuh anggotanya 1960;
- pasukan non-reguler kompi kecil pimpinan Icak SUPIT; --> Kayawu, Tomohon
- kompi kecil pimpinan Hak POLII & Lemus POLII; --> Wailan, Tomohon
WK-IV (Distrik IV) di daerah barat Tompaso Baru, Sinonsayang, Motoling Tengah, Amurang,
dibawah komando Letkol Joost A. WUISAN;
Kepala Staf, (Mayor) Letkol Adrian Yohanes (Jopie) TALUMEWO.
markas/posko di desa Keroit, Motoling.
- Batalyon B, dibawah komando Mayor Utu' PESIK; --> sekitar Tenga/Pakuure/Radey
Kompi III Letnan Achmad KARIM;
- Batalyon C, dibawah komando Mayor J.D.OROH -->diganti Mayor Soleman (Kakek) LUMINTANG;
Wakil Komandan Kapten Jopie TALUMEWO;
Kompi 1 : Letnan Jootje KAWATU;
Peleton 1 : PLT Wisje ASSA; (PLT=Pembantu Letnan)
Peleton 2 : PLT Jootje RORING;
Peleton 3 : PLT Zeth KOWULO;
Wakil : Serma Erenst TALUMEWO;
Kompi 2 : (Letnan asal Tomohon) / komandannya beberapa kali diganti
Kompi 3 (Kompi B) : Letnan Boby KAUNANG (Kompi Bantuan);
- Batalyon H, dibawah komando Mayor Frans KAINDEH; --> di sebelah barat Tompaso Baru
- Batalyon Y, dibawah komando Mayor Dolf MAKATIPU; --> di lereng Sinonsayang
- Batalyon Combat L (CL) dibawah komando Mayor Sam LANGI; --> di peg. Sinonsayang
Wakil Komandan Kapten Eddy LONDA;
(Mayor Sam LANGI dibantu Kapten Max RIMBING, Kapten Eddy LONDA, dll);
- Kompi Combat CI pimpinan Mayor Adolf SILANGEN; (formasi baru)
- Kompi Combat CI Ranoyapo pimpinan Kapten Aseng Palar SUMAMPOUW ex. TNI; Tawaang/Tenga
Peleton I : Letnan Wem SUMAMPOUW; --> Mobongo
Peleton II : Letnan TUMANGKEN;
Peleton III : Letnan Joost PANGKEY; --> Lewet
Peleton IV : Letnan Pieter SORONGAN;
- Kesatuan senjata berat, Kapten SOLANG, Peltu Jack IGAH, dll
gun 75mm, bazoka, mitraliur 12,7mm, senjata mesin 250 butir
Catatan:
- WK-I (Distrik I) KDPM di Minahasa Utara berada dibawah komando Letkol Fred J. BOLANG. Lalu ia dikudeta Mayor A. TUWAIDAN,
komandan Bn. E (yang adalah bekas anak buah Wim TENGES (pengawal pribadi/family)), diikat selama 165 hari kong musti
berjuang deng 60 tikus yang mengerubiti tubuhnya. Setelah itu ia mengungsi dan ditampung oleh Wim TENGES.
WK-I dengan 4 batalyonnya pada dasarnya cuma berkekuatan 2 kompi senjata riil.
- Tercatat Benny TENGKER dlm pasukan CTP (Corps Tentara Peladjar) yang menjadi anggota pasukan pengawal
Komandan WK-I Letkol Fred J. BOLANG sebelum dikudeta Mayor A. TUWAIDAN.
(Benny TENGKER pindah ke Bn. Togas lalu pindah ke Bn. Sapta Marga)
- Bn. J pimpinan Mayor Agus LAWALATTA dilikuidasi tahun 1960.
- Bn. M dikenal sbg Bn. Sapta Marga sebelum diadakan penggabungan dgn Bn. U pimpinan Mayor Son KARAUWAN.
Mayor Son KARAUWAN tewas di sekitar gunung Kawatak saat clash dengan Bn. Manguni.
- Bn. K (Bn. Kala Hitam) berkekuatan 3 kompi senjata lengkap. Kompi III pimpinan Kapten Deker Palit berasal dari Brigade 999.
- Bn. X pimpinan Mayor Nyong ROMPAS merupakan batalyon besar merupakan batalyon yang sebagian besar terdiri dari ex TNI
dan banyak terdapat orang Jawa dalam batalyon ini.
Kompi III/X adalah kompi ex anggota PPK.
- Bn. A terdiri dari 7 kompi senjata lengkap. Komandan batalyon sebelumnya adalah Mayor J.F. IROTH yang kemudian diganti
oleh Mayor Abdurahman DEMSY.
- Detasemen Komando (Detko) WK-III setingkat batalyon berkekuatan tiga setengah kompi dengan 400 pucuk senjata.
- Wakil Kastaf WK-IV, Letkol Jopie TALUMEWO sebelumnya adalah Komandan Sektor 8 Wilayah Motoling.
- Komandan Bn. C, Mayor OROH meninggal dunia karena sakit, kemudian digantikan oleh Mayor Soleman ("Kakek") LUMINTANG.
- Komandan Bn. H, Mayor KAINDEH berasal dari Woloan Tomohon, bekas komandan kompi Bn. 714 berpangkat Letnan.
- Pasukan Batalyon Combat LANGI dibawah komando Mayor Sam LANGI terdiri dari bekas guru asal Jawa/siswa PTPG.
- Di Ongkaw terdapat sebuah kompi dari Detasemen O Polisi Revolusioner (Polrev)
- Kompi (besar) Wulurmahatus disikat pasukan Permesta lainnya. Komandan kompinya, Letnan/Kapten LIOGU ternyata sebelumnya
diketahui terlibat organisasi PKI (juga selain dituduh akan membelot).
- Kompi Lolombulan, yang berada di Tiniawangko, komandan kompinya, yaitu Kapten KALALO juga dibunuh karena terlibat PKI
selain pasukan kompi ini juga dicurigai akan membelot.
- Perwira Permesta asal Sangir, Mayor Eddy Gagola bergabung dgn TNI sekitar awal tahun 1959 yg menyebabkan beberapa
perwira asal Satal lainnya dicurigai akan menyeleweng, antara lain Mayor A. SILANGEN yg dilucuti pasukannya serta ia sendiri
akan dibunuh Triple Nine. Namun akhirnya ia dipercayakan utk memimpin sepasukan Combat Intellegence.
- Kompi Combat Ranoiapo (Kompi Sumampouw) diperbantukan dari WK-III ke WK-IV.
Pada Operasi Jakarta Spesial I tgl 17-19 Februari 1959, Dan.Kie. Kapten Aseng SUMAMPOUW menjadi Wakil Komandan Operasi
di kota Amurang dengan Komandan Operasinya Mayor Jopie TALUMEWO (Lastaf WK-IV).
- Kode untuk pasukan Permesta yang ikut dalam Operasi Djakarta Special I tanggal 17-19 Februari 1959 adalah
daun parundak (daun muda pohon seho) di lengan tangan kanan.
Komando Daerah Pertempuran III (KDP III), Panglima: Kolonel Dolf RUNTURAMBI
Panglima : Kolonel Dolf RUNTURAMBI;
Kepala Staf : Mayor Notji GERUNGAN (pjs. Kastaf Mayor SARAUN);
Asisten I (Intellegen) : Kapten tituler Bob TILAAR (meninggal);
Wakil Ass. I : Kapten tituler Butje PANDEIROT;
Asisten II (Operasi) : Lettu. (Mayor) N. SARAUN;
Asisten III (Organisasi/Personalia) : Mayor Bill(y) SOPUTAN;
Asisten IV (Logistik) : Mayor Johan (Yo) MANDANG;
Wakil Ass. IV : Mayor J.S. (Olang) SONDAKH;
Asisten V (Territorial) : Letkol tituler Bupati Bolmong Henny Djusuf C. MANOPPO;
Pembantu Staf Panglima : Letda Boluh KINDANGEN (kepala pengawal pribadi),
beberapa mahasiswa, a.l. ajudan Siegfried MANOPPO & Ronny SAGAY,
sekretaris Nona Pop WATUPONGOH dan Nona Tress LUMENTUT;
Depot Batalyon Infanteri (DBI) I di Bantong-Kotamobagu
markas/posko KDP III di Biga, Kotamobagu.
Catatan:
- Kepala Staf KDP III Mayor Notji GERUNGAN; karena tangannya mengalami cidera saat pertempuran, maka posisinya dijabat
oleh Mayor SARAUN.
- Assisten I Stafko KDP III, Kapten Bob TILAAR meninggal dunia karena sakit (depresi mental).
WK-V (Distrik V) meliputi daerah Bolaang Mongondow (Bolmong),
dibawah komando Letkol Wim SIGAR.
- Batalyon S, dibawah komando Kapten John RAMPEN diganti Mayor Frans SILANGEN;
--> (TNI & pemuda) di pantai barat Bolmong - Inobonto
- Batalyon O, dibawah komando Mayor David PANTOUW; --> daerah Dumoga-Tungoi
+ pasukan CTP kompi IV (pelajar/CTP) : Letda Martin RINTJAP;
Kompi V (Striking Force): Letda Jantje KILLIS (pelajar SMA Mdo);
Peleton I : Peltu Jack IGAH;
Peleton II : Peltu Agam WOWOR;
Peleton III : Peltu Piet METERAI; (siswa SGA Don Bosco Manado)
- Kompi besar dibawah komando Kapten Herman RUNTURAMBI; --> daerah antara Inobonto-Poigar
- Kompi kecil (peleton) dibawah komando Kapten Usman DAMOPOLII;
yang diperbantukan di Komando Militer Kota (KMK) Kotamobagu
- Kompi Combat Intelegence (CI), dibawah komando Lettu Boluh KINDANGEN;
- Combat Intelegence (CI) 5 regu, dibawah komando Panglima KDP III & Kapt. Bob TILAAR;
Pasukan Komando Militer Kota (KMK) Kotamobagu: dibawah komando Kapten Evert SUMUAL
berkekuatan 1 peleton, dilikuidasi saat Kotamobagu jatuh bln Sept 1959 ke tangan TNI
(Evert SUMUAL adalah adik dari KSAD HN Ventje Sumual);
Pasukan Polisi (Polrev) : Komisaris Paul KAWILARANG; --> diperbantukan di KMK Kotamobagu
Pasukan² KSAD Brigjen Ventje SUMUAL
- Brigade 999 (Triple Nineatau 3x9)/ Garda Nasional / Corps Tjadangan Nasional (CTN) RPI,
pimpinan Letkol Jan TIMBULENG & Kepala Staf Kapten Otje LISANGAN;
markas/posko di Desa Kalaid/Tambelang - Tombatu, dgn ke-4 batalyonnya ditempatkan di daerah
sekitar Tompaso Baru, sekitar sungai Ranoyapo, Kalaid, & sekitar Tombatu;
Susunan Brigade 999 diperluas menjadi 7 batalyon kecil :
Batalyon 1 (Batalyon LISANGAN), dibawah komando pjb. Mayor WARBUNG; --> markas KSAD
Batalyon 2 (Batalyon GOAN), dibawah komando Mayor Gerson (Goan) SANGKAENG; --> markas KSAD
Batalyon 3 (Batalyon KORUA), dibawah komando Mayor Hans KORUA (KOROWA); --> di Ranoketang
Batalyon 4 (Brigade MANDANG), dibawah komando Mayor Bie George MANDANG; --> di sekitar Tombatu
Batalyon 5 (Batalyon PANDEIROTH), dibawah komando Mayor Benny PANDEIROTH; --> di Tombatu
Batalyon 6 (Batalyon PAUNER), dibawah komando Mayor Poli PAUNER; --> di sekitar Tomohon
Kompi Kapten Nicolas SULU; --> di sekitar G.Lokon & Mahawu
Kompi Letnan SINDIM; --> di desa Woloan
Kompi Letnan Usa PANDEIROTH; --> di desa Woloan
Batalyon 7 (Batalyon PARENGKUAN), dibawah komando Mayor Robby PARENGKUAN;
- Brigade Anoa Djantan, pimpinan Mayor J.LUMINGKEWAS (bekas Bn. Q); --> di daerah Kotambunan/Modayag
- Brigade Manguni, pimpinan Kolonel Laurens F. SAERANG;
Batalyon M, pimpinan Mayor Hein Hendrik KALANGI, yg merupakan inti pasukan BRIGADE MANGUNI (sebelumnya Bn. Manguni)
beserta pasukan² kecil lainnya. Pasukan ini disponsori oleh Bupati Minahasa Permesta (Letkol) Kolonel Laurens F. SAERANG.
markas/posko di Desa Manembo - Langowan.
Batalyon Hein KALANGI; --> desa Manembo/tenggara Langowan
Kompi I Penjata Kapten Gustaf RUNGKAT; --> penjata
Kompi (Letnan) Ventje MEMAH; --> desa Noongan
Kompi (Letnan) Leger LONDA; --> hutan utara desa Rasi/Ratahan
Kompi (Letnan) TUNAS; --> hutan barat laut desa Rasi/Ratahan
Kompi Penjata Kapten Gustaf RUNGKAT;
- Pasukan Sekolah Pendidikan Militer (Pusat Pendidikan Infanteri/PPI) (1 peleton senjata)
di Kakenturan-Modoinding & di Poyowa kecil-Motoboi Bolmong
dibawah pimpinan Letkol Wim Tewatu JOSEPH & Kapten Lengkong WORANG;
Pergolakan Permesta:
Angkatan Perang Republik Persatuan Indonesia (RPI)
Wilayah Indonesia Timur
1960-1961
* Komando Daerah Militer Sulut/ KDM-SUT RPI (6/8 Februari 1960-pertengahan 1961)
Setelah PRRI dibubarkan dan berdirinya RPI (Republik Persatuan Indonesia) maka KSAD Ventje Sumual menghapus KDP I, II, dan III
dan dijadikan satu komando daerah seperti semula (KDM-SUT), Jabatan² seperti Menteri Pertahanan diambil alih dari Waperdam PRRI
Joop WAROUW, dan Sekjen Pertahanan merangkap Deputi II Kolonel Dolf RUNTURAMBI.
Susunan slagorde di bawah ini berdasarkan Piagam Organisasi Militer Permesta mulai 1 Maret 1960, dengan beberapa tambahan seperlunya.
bermarkas besar di Karoa, Tompaso Baru
Wali Negara Bagian RPI Sulawesi Utara : Henk L. LUMANAUW
Menteri Pertahanan RPI : Brigjen Herman Nicolas Ventje SUMUAL
Sekretaris Jenderal Dephan : Kolonel Dolf RUNTURAMBI (non-aktif)
Staf Angkatan Bersenjata RPI
Kepala Staf Angkatan Darat : Brigjen Herman Nicolas Ventje SUMUAL
Wakil Kepala Staf : Kolonel J.M.J. Nun PANTOUW
Deputi I (Ass1/Intel&Ass4/Logistik): Kolonel Jan Maximillian Johan (Nun) PANTOUW
Deputi II (Ass2/Ops&Ass3/Personalia): Kolonel Dolf RUNTURAMBI (merangkap Sekjen Dephan) (ditolak ybs)
diganti Mayor N. SARAUN
Anggota Staf : Letkol Willy KOROMPIS,BA (lulusan Akademi Hukum Militer)
Dertasemen Markas Stafko : Mayor LOMPOLIU
Panglima Angkatan Udara : Kolonel AUREV Petit Muharto
Komando-komando
KDM Maluku & Irian Barat : Abdul Kadir/Jonkhy Robert KUMONTOY (sampai awal tahun 1962)
KDM Sulawesi Utara (SUT) : Kolonel Daniel Julius (Joes/Yus) SOMBA
WK I (Minahasa Utara) : Letkol (Kolonel) John OTTAY
WK II (Minahasa Selatan) : Letkol (Brigjen lokal) Jan TIMBULENG
KDM Sulawesi Tengah : Kolonel Dee GERUNGAN (bergabung DI/TII-Kahar Muzakhar sampai thn 1965)
terakhir diganti Mayor Frits RUNTUNUWU
Satuan-satuan Otonomi
Brigade 999 = Garda Nasional RPI = Corps Tjadangan Nasional (CTN)
menjadi 9 bn (ada yg bilang 28 bn, sesungguhnya kekuatan 999 sebenarnya 1 bn = 3 kompi
Panglima CTN : Brigjen (lokal) Jan TIMBULENG
Kastaf Brigade 999/CTN : Mayor Jootje (Otje) LISANGAN
* Batalyon 1 (Batalyon LISANGAN) : pejabat Mayor WARBUNG (Otje LISANGAN menjadi Kastaf Brigade 999)
* Batalyon 2 (Batalyon GOAN) : Mayor Gerson (Goan) SANGKAENG (Brigade Sangkaeng)
* Batalyon 3 (Batalyon KORUA) : Mayor Hans KORUA (KOROWA)(Brigade Korowa)
* Batalyon 4 (Batalyon MANDANG) : Mayor Bie George MANDANG (Brigade Mandang)
* Batalyon 5 (Batalyon PANDEIROTH): Mayor Benny PANDEIROTH (Brigade Pandeiroth)
* Batalyon 6 (Batalyon PAUNER) : Mayor Poli PAUNER
* Batalyon 7 (Batalyon PARENGKUAN): Mayor Robby PARENGKUAN (Brigade Parengkuan)
* Batalyon 8 ( :
* Batalyon 9 (Batalyon PIOH) : Mayor PIOH
setelah Jan TIMBULENG tewas, terbentuk 2 batalyon baru ex. Brigade 999:
Batalyon Tumotowa (ex. Bn.I/999) : Mayor Jootje LISANGAN
Batalyon Harimau Indonesia (ex. Bn.II/999) : Mayor Gerson Goan SANGKAENG
Komandan Brigade Manguni : Kolonel Laurens F. SAERANG (menyerah lebih awal kepada TNI)
Batalyon I : Mayor Hein H. KALANGI
Kompi A : John Palempung
Kompi B : Ben Tambuwun
Kompi C :
Kompi D : Herry Kembuan
Kompi E : Sumilat
Kompi F : Siebold Langi
Batalyon II : Mayor Adolf SILANGEN
Kompi I :
Kompi II : Bernard Sumeika
Kompi III : Jorry Sumigar
Kompi IV : Agam Malingkono
Kompi V : Baco' Rondonuwu
Brigade Sambar Njawa : (Letkol) Daan KARAMOY
Brigade Anoa Djantan : (Letkol) J. LUMINGKEWAS
Brigade Sinobatu : (Letkol) W. SIREGAR
Pasukan Wanita Permesta (PWP) : Ny. Hetty Gerungan-WAROUW
Catatan:
- Perintah KSAD PRRI yang tertuang radiogram Perintah Operasi Darurat No.004 yg terkenal itu (Dhar no.004 atau
Kpts.no.004/DAS/1010/59, 10-11-59 atau PO-004/Dhar) tertanggal 11 Oktober 1959, yg menyusun kembali tanggung jawab komando
wilayah (slagorde Permesta). WK-I & WK-II serta WK-III & WK-IV masing² digabung menjadi WK-I (Minahasa Utara) dan WK-II (Minsel)
- Setelah PRRI dibubarkan dan berdirinya RPI (Republik Persatuan Indonesia) maka KSAD Ventje Sumual menghapus KDP I, II, dan III
dan dijadikan satu komando daerah seperti semula (KDM-SUT), Jabatan² seperti Menteri Pertahanan diambil alih dari Waperdam PRRI
Joop WAROUW dan dijabat oleh, dan Sekjen Pertahanan merangkap Deputi II Kolonel Dolf RUNTURAMBI.
Joop WAROUW sendiri telah ditahan bulan Maret 1960 serta dibunuh bulan Oktober 1960 oleh pasukan Brigade 999 (Triple Nine).
- Asisten II/Operasi Arie W. Supit, As.III/Personalia Lendy Tumbelaka, As.IV/Logistik/Abe Mantiri, As.V/Teritorial Wim Najoan
menyeberang ke pihak Permesta di utara dan menolak duduk dalam susunan slagorde bentukan Sumual di atas ini.
- Pasukan KDM Maluku dibawah komando Letkol Jonkhy Robert KUMONTOY tetap bergerilya di Halmahera - Maluku Utara hingga awal
tahun 1962 karena mengalami masalah keterbatasan alat PHB/komunikasi.
Karena sulitnya perhubungan, Kumontoy tidak menerima instruksi Ventje Sumual pada 1961 agar semua pasukan Permesta
menghentikan permusuhan. Karena itu sampai awal 1962 pasukan ini terus bergerilya.
Namun pada awal 1962, Jonkhy Kumontoy dihubungi Komandan Kodim Maluku Utara & dianjurkan agar pasukannya dialihkan secara
utuh kedalam TNI utk merebut Irian Barat. Sekitar 158 anggotanya lalu direhabilitasi & dijadikan Pasukan Gerilya 500 (PG 500) TNI.
- Berdasarkan surat WPM Joop WAROUW kepada KSAD RPI Brigjen Ventje SUMUAL tertanggal 4 Maret 1960 antara lain berisikan
keterangan ttg ketegangan & persengketaan bersenjata antar-pasukan Permesta di seluruh wilayah KDP II (WK I, II, III, IV),
lucut-melucuti senjata yang dikenal sebagai "machts vorming" a.l. disebutkan:
* pasukan Bolaang, Sambar Nyawa >< pasukan Ottay,
* pasukan Daan Karamoy >< Poli Pauner/Bri.999,
* pasukan Batalyon K, X, Combat Dekker >< Brigade 999,
* pasukan Combat Lahe >< Batalyon I/999,
* Bn. U intern,
* dst.
- Perwira Permesta Abdul KADIR tidak berada dibawah panji RPI, kemudian bergabung dengan kelompok utara (Kawilarang,cs).
- Pasukan yang berada dibawah komando Letkol J.W. GERUNGAN setelah gagal dalam serangan OPERASI DJAKARTA II
kemudian bergabung bersama DI/TII-Kahar Muzakhar sampai tahun 1965.
- Dikabarkan bahwa Letkol Dee GERUNGAN telah putus harapannya karena gagal dalam suatu upaya melarikan diri dari
Kahar Mudzakkhar. Ia pernah mengirim kurir yg membawa permintaan tambahan senjata pada paruh pertama tahun 1959.
(Istrinya - Ny. Hetty Gerungan-Warouw, sekretaris KSAD kemudian menikah dengan Ventje SUMUAL.) Setelah itu ia
memutuskan masuk Islam. Kemudian ditangkap TNI pada tanggal 19 Juli 1965, diadili lalu ia dieksekusi hukuman mati.
- Perwira² Permesta seperti Wim JOSEPH, Arie SUPIT, Lendy TUMBELAKA, Abe MANTIRI, Wim NAJOAN, dll meninggalkan markas
SUAD Ventje SUMUAL menuju Sonder, bergabung dengan perwira² Kontrev (Kontra Revolusioner) yg berada dibawah komando
Panglima Besar Alex Kawilarang.
Pergolakan Permesta:
KDM-SUT PERMESTA 1960-1961 ANGKATAN PERANG PERMESTA (ANGKATAN PERANG REVOLUSIONER) (Kontrev)
* Komando Daerah Militer Sulut/ KDM-SUT PERMESTA (September & November 1960 - September 1961)
Pihak Permesta di wilayah utara Minahasa (batas Ranomea-Amurang-Soputan-Langowan) menolak RPI & Perintah Dhar No.004
(Darurat 004) yang kontroversial dan karena PRRI telah dibubarkan maka slagorde pasukan PRRI-Permesta di Utara dirombak dan
dijadikan pasukan dengan visi yang tetap seperti semula dibawah visi PRRI, dan diberi nama yaitu Pasukan Permesta (dengan
slagorde baru, yaitu Angkatan Perang Permesta). Slagorde baru angkatan perang ini jelas² menggunakan nama Permesta sbg
nama resmi gerakan perlawanan ini.
Kelompok anti RPI ini disebut Kontra-Revolusioner (Kontrev).
Angkatan Perang ini terutama berada di wilayah komando KDP-II/KDPM yang pada tanggal 21 Maret 1961 (saat pemungutan suara
yang dilakukan oleh 33 perwira Permesta kelompok Kontrev menerima hasil perundingan dengan Tentara Pusat/TNI) secara resmi
bernama Komando Daerah Militer - Sulawesi Utara (KDM-SUT).
markas komando ("Daerah X")di Tangkuney/Timbukar-Sonder wilayah WK-III.
Panglima Besar Angkatan Perang Permesta : Mayjen Alexander Evert KAWILARANG
Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP) : Kolonel Dolf RUNTURAMBI (diangkat bulan Sept '60)
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) AUREV : Kolonel (AUREV) Petit MUHARTO Kartodirdjo
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ADREV : (Brigjen H.N. Ventje SUMUAL) (posisinya kabur akibat RPI)
Asisten I (Urusan Intelegen) : (?)
Asisten II (Urusan Operasi) : Letkol Arie Willy SUPIT
Asisten III (Urusan Personalia) : Kolonel Lendy R. TUMBELAKA
Asisten IV (Urusan Logistik) : Letkol tituler Abe MANTIRI (Maret '61 - Sekjen Dephan Permesta)
Asisten V (Urusan Civic & Territorial): Letkol Wim NAJOAN
Panglima KDM Sulawesi Utara : Kolonel Daniel J.SOMBA
Komandan WK-I (Distrik I) : Letkol Agus TUWAIDAN
Komandan WK-II (Distrik II) : Letkol John OTTAY
Komandan WK-III (Distrik III) : Kolonel Wim TENGES
Komandan WK-IV (Distrik IV) : Letkol (Kolonel) Joost A. WUISAN
Komandan WK-V (Distrik V) : Letkol Wim SIGAR
Panglima KDM Maluku Utara : Letkol Jonkhy R. KUMONTOY
Panglima KDM Sulawesi Tengah : Letkol J.W.GERUNGAN
Polisi Revolusioner (Polrev) : Mayor Polrev PAul KAWILARANG
Sekolah Pendidikan Angkatan Darat (SPAD) Permesta: Kapten Lengkong WORANG
Pusat Pendidikan Infanteri (PPI) : Letkol Wim Tewatu JOSEPH
Pergolakan Permesta:
KDM-SUT PERMESTA 1961 ANGKATAN PERANG PERMESTA
* Komando Daerah Militer Sulut/ KDM-SUT PERMESTA (April 1961 - September 1961)
Pada tanggal 21 Maret 1961 (saat pemungutan suara yang dilakukan oleh 33 perwira Permesta menerima hasil perundingan dengan
Tentara Pusat/TNI) secara resmi bernama Komando Daerah Militer - Sulawesi Utara (KDM-SUT).
Angkatan Perang Permesta yang dalam tahap likuidasi setelah kemabli ke pangkuan ibu pertiwi tanggal 4 April 1961.
markas staf komando di Tara-tara Tomohon.
Panglima Besar Angkatan Perang Permesta : Mayjen Alexander Evert KAWILARANG
Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP) : Kolonel Dolf RUNTURAMBI (diangkat bulan Sept '60)
Staf² komando, a.l. : Kolonel Lendy R. TUMBELAKA,
Letkol Arie Willy SUPIT,
Letkol Wim NAJOAN,
Kolonel (AUREV) Petit MUHARTO Kartodirdjo
Letkol Wim Tewatu JOSEPH,
Kapten Lengkong WORANG
Sekjen Dephan : Kolonel tituler A.C.J.(Abe) MANTIRI (Maret 1961)
Komando Daerah Militer Sulawesi Utara (KDM-SUT), Panglima : Kolonel (lokal) D.J. (Yus) SOMBA
ex.WK-I (BRIGADE ANOA), Komandan : Letkol (lokal) Agus TUWAIDAN
Batalyon E, Komandan : Kapten (lokal) Beto UMBOH
Batalyon F, Komandan : Kapten (lokal) Anis TANGKA
Batalyon G, Komandan : Kapten (lokal) Werwer SUMLANG
Batalyon W, Komandan : Kapten (lokal) Utu' BAYBAY
Batalyon Combat CI, Komandan : Kapten (lokal) Boy SIGARLAKI
ex.WK-II (BRIGADE SAM RATULANGI), Komandan : Letkol (lokal) John OTTAY
Batalyon D/Sambar Njawa, Komandan: Kapten (lokal) Daan KARAMOY
Batalyon P, Komandan : Kapten (lokal) Frans OSSACK
Batalyon S, Komandan : Kapten (lokal) Boetje TOGAS
Batalyon T, Komandan : Kapten (lokal) Theo MERRAY
ex.WK-III (BRIGADE PANTJASILA), Komandan : Kolonel (lokal) Wim TENGES
Batalyon I, Komandan : Kapten (lokal) Boy POTU
Batalyon R/Jin Kasuang, Komandan : Kapten (lokal) Frans KAREPOUWAN
Batalyon X, Komandan : Kapten (lokal) Nyong ROMPAS
Batalyon K/Kala Hitam, Komandan : Kapten (lokal) Frans RAMPENGAN
Batalyon A, Komandan : Kapten (lokal) Abdurahman DEMSY
Detasemen KKAD, Komandan : Kapten (lokal) Donny TAMBAJONG
Detasemen Komando, Komandan : Kapten (lokal) Wim F. DOMPAS
ex.WK-IV (BRIGADE MAESA), Komandan : Letkol (lokal) (Kolonel) Joost A. WUISAN
Batalyon B, Komandan : Kapten (lokal) Utu PESIK
Batalyon L, Komandan : Kapten (lokal) Sam LANGI
Batalyon Y, Komandan : Kapten (lokal) Dolf MAKATIPU
Batalyon C, Komandan : Kapten (lokal) Soleman (Kakek) LUMINTANG
Batalyon H, Komandan : Kapten (lokal) Frans KAINDE
Polisi Revolusioner (Polrev), Komisaris : Mayor Polrev Paul KAWILARANG
Corps Tentara Peladjar (CTP), Komandan : Mayor Djimmy NOYA
Beberapa Kesatuan di sekitar KSAD RPI Ventje SUMUAL :
Combat SUAD-I : Letkol (lokal) J.M.J. (Nun) PANTOUW
Batalyon Tumotowa : Mayor (lokal) Jootje LISANGAN
Batalyon Harimau Indonesia : Mayor (lokal) Goan Gershon SANGKAENG
Batalyon S : Mayor (lokal) Frans SILANGEN
Batalyon Q (Brigade Anoa Djantan) : Mayor (lokal) J. LUMINGKEWAS
Batalyon Manguni (Brigade Manguni) : Mayor (lokal) Hein H. KALANGI
(dibawah pengaruh Kolonel (lokal) Laurens F. SAERANG, bekas Kepala Daerah Minahasa)
Beberapa Kesatuan Permesta yang lainnya :
Komando Daerah Pertempuran Maluku : Mayor (lokal) Jonkhy R. KUMONTOY
Komando Daerah Militer Sulawesi Tengah : Mayor (lokal) Frits RUNTUNUWU
Batalyon O/Pinaesaan, Komandan : Mayor (lokal) David PANTOUW
#NB - Catatan:
- Slagorde : Susunan pasukan, organisasi militer, susunan komando militer
- Wehr-kreisse (WK) : Semacam KODIM (Komando Distrik Militer) sekarang
- Overste : Sebutan dalam bahasa Belanda untuk pangkat Letnan Kolonel
- Tituler : Sebutan, gelar (anugerah pangkat kepada sipil tertentu)
- PRRI-Permesta : adalah sebutan pasukan PRRI di wilayah komando Permesta (Divisi Permesta)
- Daftar pasukan Permesta yang disebutkan di atas adalah pasukan reguler (pasukan induk)
PRRI/Permesta di wilayah ini.
Pasukan non-reguler yang sebenarnya cukup banyak jumlahnya
(berbentuk kesatuan regu, peleton, kompi, batalyon kecil)
tidak termasuk dalam daftar di atas, kecuali beberapa yang dapat disebutkan di sini.
- Angkatan Udara Revolusioner (AUREV) kebanyakan berasal dari pilot sewaan (tentara bayaran)
berkewarganegaraan asing,
tidak disebutkan di atas.
- Semua data disusun seadanya berdasarkan data yang diperoleh webmaster